Backpacker. Fotografer. Tour Guide. Dimulai dari gunung pertama di usia 16 tahun — dan tidak pernah berhenti sejak saat itu.

01 — About
"Kalo dulu aku gak nekat untuk memulai semuanya, mungkin aku gak akan ada sampai di titik yang sekarang ini."
Cerita Oky dimulai dari bangku SMK — saat sekolah di Bali dari 2020 hingga 2023, dia menghabiskan setiap hari libur untuk menjelajahi pantai, alam, dan gunung-gunung Bali. Gunung pertamanya? Batukaru, 13 Agustus 2020. Sejak itu, tidak ada yang bisa menghentikannya.
Setelah lulus SMK, Oky merantau ke Banyuwangi dan membangun hidupnya dari nol sebagai freelance fotografer dan Tour Guide. Dari sini, perjalanan sungguhan dimulai — Rinjani, Labuan Bajo, Banda Neira, Sabang, Baduy, hingga puncak-puncak Maluku Utara.
Kini Oky aktif di Instagram dan TikTok — bukan hanya menampilkan tempat-tempat indah, tapi juga cerita nyata di balik setiap perjalanan.
02 — The Journey
Diajak teman, tanpa ekspektasi apa-apa. Tapi setelah turun dari Batukaru, sesuatu berubah. Gunung pertama yang mengubah cara pandangku tentang diri sendiri dan dunia di luar sekolah.

Diajak teman untuk keluar Bali dan menaklukkan puncak tertinggi Pulau Jawa. Semeru bukan cuma gunung — itu pembuktian bahwa aku bisa lebih jauh dari yang aku bayangkan.

Baru saja lulus SMK dan langsung merantau ke Banyuwangi jadi freelance fotografer dan Tour Guide. Bulan Juli, diajak 3 teman naik Rinjani dan explore Lombok selama 10 hari — perjalanan pertama setelah era baru dimulai.

Memberanikan diri solo travelling untuk pertama kali. Naik kapal dari Bali ke Labuan Bajo selama 2 hari 1 malam — pengalaman yang "sangat wahh". Selama 12 hari: sailing Komodo, mendaki ke Waerebo, dan menemukan bahwa pergi sendirian ternyata tidak seseram yang dibayangkan.

Diajak Kak Alia — seseorang yang sebelumnya hanya saling follow di Instagram sejak 2023, belum pernah ketemu. Naik Raung ber-9 dan semua teman Kak Alia. Dari stranger di IG, jadi teman pendakian. Salah satu hal terbaik dari traveling: orang-orang yang kamu temui.

Naik kapal Pelni selama 4 hari, transit Makassar dan Ambon, untuk sampai ke Banda Neira bersama 5 teman. 4 hari di tengah laut bukan waktu yang sebentar — tapi dari sanalah aku mengerti serunya perjalanan: bertemu orang-orang baru yang akhirnya jadi teman.

Nekad solo travelling lebih jauh demi mewujudkan impian. Banyuwangi → Jakarta (kereta) → Medan (pesawat) → explore Medan beberapa hari → Danau Toba → Aceh → Sabang. Berdiri di titik nol kilometer Indonesia bagian barat — ini salah satu tujuan yang sudah lama ada di dalam kepala.

Perjalanan yang paling banyak mengajarkanku. Di Baduy aku belajar tentang kesederhanaan — "mereka aja bisa hidup bahagia dengan segala keterbatasan yang ada, kenapa kita selalu ngerasa kurang?" Pengalaman yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.

Bersama 2 teman dari Banyuwangi, mendaki 3 gunung di Maluku Utara: Gamalama, Gamkonora, dan Dukono. Di sini kami bertemu banyak keluarga baru — termasuk Bang Arab yang memberikan tempat menginap selama di Ternate. Orang-orang baik ada di mana-mana, kalau kamu mau melangkah keluar.

03 — Karya


















04 — Kolaborasi
Foto dan video bersponsor yang terasa organik dan sesuai dengan gaya kontenku — bukan iklan biasa.
Kampanye destinasi wisata, hotel, atau resort — lengkap dengan foto, video, dan coverage di Instagram & TikTok.
Foto produk dengan latar destinasi eksotis. Cocok untuk brand lifestyle, outdoor, fashion, dan travel gear.
Untuk brand deal, sponsored trip, atau kolaborasi konten — reach out langsung. Selalu terbuka untuk proyek yang seru!